Terapi Diabetes Mellitus dan Pelaksanaanya


Terapi diabetes mellitus merupakan langkah perawatan yang biasa diberikan kepada pasien yang mengalami komplikasi. Kondisi tersebut bisa dilihat dari munculnya ulkus kaki, penyakit jantung, stroke atau hipertensi. Tujuan dari terapi sendiri yaitu menjaga kestabilan glukos dalam darah sehingga komplikasi dapat dicegah dan penyakit diabetes yang diderita tidak semakin parah.

Terapi Diabetes Mellitus berdasarkan Jenisnya

Diabetes melitus (DM) dibedakan menjadi dua. Yang pertama, diabetes tipe 1 dimana pasien membutuhkan suntikan insulin terus menerus seumur hidup karena pankreas mengalami kerusakan dan kondisi ini bersifat autoimun. Yang kedua, diabetes tipe 2 atau biasa juga disebut diabetes basah dimana jaringan tubuhnya tidak lagi responsif. Sedangkan terapi diabetes mellitus sendiri juga diberikan berdasarkan jenis DM, yaitu:

  • Pemberian insulin untuk diabetes tipe 1
Terapi ini bertujuan untuk mensuplai kebutuhan insulin di dalam tubuh yang tidak lagi bisa diproduksi secara alami oleh pankreas. Cara melakukannya dengan menyuntikkannya di bawah kulit agar bisa menembus lapisan lemak. Area tubuh yang biasanya disuntik adalah dinding perut, paha atau lengan. Dalam terapi ini, dikenal tiga macam insulin dengan kinerja yang berbeda, yaitu:
  • Insulin kerja lambat – dapat berupa pengembangan insulin suspensi seng yang dapat bekerja selama 28-36 jam.
  • Insulin kerja sedang – dapat berupa insulin suspensi seng yang bisa bekerja selama 18-26 jam.
  • Insulin kerja cepat – dapat berupa insulin reguler yang mampu menurunkan gula dalam darah selama 20 menit dan bekerja selama 6-8 jam serta biasa disuntikkan 20 menit sebelum makan.

  • Pemberian obat-obatan secara oral disebut obat hipoglikemik oral (OHO) untuk diabetes tipe 2
Obat jenis OHO berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah secara adequat. Terapi ini tentunya harus dilakukan bersamaan dengan diet sehat dan olahraga teratur. Apabila manfaatnya kurang efektif, maka pasien juga akan diberikan terapi suntikan insulin. Contoh obat yang diberikan yaitu klorpropamid, tolbutamid, glipizid dan gliburid yang memiliki kemampuan meningkatkan kinerja pankreas dalam memproduksi insulin. Selain itu, adapula metfromin yang bekerja meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Anjuran dalam terapi OHO, obat dikonsumsi sekali sehari. Sedangkan dalam kasus tertentu, pemberian obat dilakukan 2-3 kali sehari.

Pemberian terapi pada penderita diabetes memberikan kemudahan untuk pasien menjalani hidupnya dengan lebih baik. Berbeda dengan mereka yang tidak memperoleh penanganan, maka kadar gula darah yang tinggi bila dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi. Agar terapi yang diberikan berhasil baik, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pasien dan dokter. Selain mengikuti pengobatan secara teratur dan disiplin, pasien juga diharuskan untuk menjaga pola hidup dan makannya. Penerapan gaya hidup sehat, olahraga dan istirahat yang cukup merupakan terapi diabetes mellitus yang paling sederhana.