Penyakit diabetes sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja, tidak peduli usia, jenis kelamin dan derajat sosial seseorang. Sayangnya, tidak mudah menyadari bahwa penyakit itu telah berada di dalam tubuh. Sampai pada akhirnya, gejala yang dirasakan semakin tidak nyaman dan diagnose dokter menyatakan bahwa seseorang mengalami penyakit kencing manis.
Penyakit Diabetes Dipengaruhi Proses Metabolisme
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya penyakit yang sering disebut kencing manis ini. Umumnya, penyebab tersebut berkaitan dengan faktor genetik, hormonal dan kebiasaan. Namun, dibalik itu semua, terdapat sebuah proses metabolisme yang mempengaruhi timbulnya penyakit diabetes. Awal dari proses tersebut berasal dari fungsi pankreas sebagai produsen hormon insulin. Hormon inilah yang nantinya berperan sangat penting dalam pengaturan kadar gula di dalam darah. Gula atau glukosa itu sendiri diperoleh dari berbagai asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. apabila kadar gula darah tinggi, maka bisa dikatakan bahwa seseorang mengalami diabetes. Tetapi, secara spesifik proses timbulnya penyakit tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Diabetes tipe 1
Dalam kondisi normal, glukosa dapat masuk ke dalam sel dengan bantuan hormon insulin. Di dalam sel, zat tersebut diproses menjadi tenaga. Pada diabetes tipe 1, kelainan yang terjadi disebabkan karena jumlah insulin yang kurang memadai. Lama-lama kadar gula dalam darah akan melebihi batas normal dan menyebabkan berbagai macam masalah di dalam tubuh, termasuk diabetes.
- Diabetes tipe 2
Pada jenis diabetes ini, jumlah insulin bisa saja dalam ambang batas normal atau justru lebih banyak. yang menjadi masalah adalah tingkat kadar reseptor (penangkap) insulin yang terdapat di permukaan sel. Reseptor tersebut bisa diibaratkan sebagai lubang kunci, sedangkan insulin merupakan anak kuncinya. Jumlah yang tidak sama antara keduanya tentunya akan menjadi penghambat proses penyerapan glukosa ke dalam sel. Itulah mengapa, kadar gula darah tetap tinggi meskipun jumlah insulin normal atau lebih tinggi. selain gagal mengalirkan nutrisi ke seluruh tubuh, kondisi ini juga menyebabkan badan lemah sebab tidak ada energi yang bisa digunakan untuk proses metabolisme di dalam tubuh.
Perawatan diabetes terbilang mahal, sebab penderita diharuskan untuk menjalani terapi seumur hidup. Apabila dibiarkan atau ditangani asal-asalan, resiko komplikasi akan semakin besar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Ada tiga upaya pencegahan yang dapat dilakukan. yang pertama, pencegahan primer dimana masyarakat diberikan pengetahuan bagaimana mencegah diabetes sejak dini. Yang kedua, pencegahan sekunder yang ditujukan pada penderita agar mereka tahu bagaimana mengontrol gula darah dan terhindar dari komplikasi. Yang ketiga, penderita diajarkan untuk mencegah agar komplikasi yang telah timbul disebabkan oleh penyakit diabetes yang diderita tidak memburuk atau berakibat fatal.
